Pengaruh Penyimpanan Darah Terhadap Kadar Hemoglobin pada Darah Donor Sebelum dan Sesudah Disimpan Selama Dua Minggu di UTD PMI Kabupaten Lebak
Pendistribusian kantong darah dilakukan dengan metode rantai yaitu suatu sistem menyimpan dan memindahkan darah seaman mungkin sehingga darah akan terjaga kualitasnya dan terhindar dari kerusakan. Perubahan-perubahan yang terjadi selama penyimpanan invitro diantaranya daya hidup sel darah merah, pada saat penyadapan dalam kantong darah 1-5% sel darah merah rusak. Setelah darah disimpan selama 2 minggu dengan antikoagulan CPDA walaupun hampir semua sel darah merah hidup normal, namun setelah ditransfusikan kira-kira 10% musnah dalam waktu 24 jam. Setelah penyimpanan 4 minggu dengan antikoagulan CPDA, daya hidup setelah transfusi menurun dan sebanyak 25% dan sel darah merah hancur dalam jam pertama setelah transfusi. Semakin lama darah disimpan maka semakin banyak sel darah merah yang hancur dan semakin kecil jumlah sel darah merah yang dapat bertahan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyimpanan darah terhadap kadar hemoglobin pada darah donor sebelum dan sesudah disimpan selama dua minggu selain itu mengetahui kadar hemoglobin pada darah donor hari pertama dan mengetahui kadar hemoglobin pada darah donor sesudah disimpan selama dua minggu. Menurut tingkat eksplanasinya jenis penelitian ini termasuk penelitian Eksperimental, dengan membandingkan antara dua kelompok variabel tertentu guna membangun hubungan, yang membangun hubungan sebab akibat. Adapun subjek penelitian ini adalah darah segar Whole Blood (WB) dengan antikoagulan CPDA-1 yang disimpan di Blood Bank Refrigertor pada suhu 2°C-6°C. Penelitian ini dilakukan dengan sampel sebanyak 20 kantong Whole Blood (WB) dengan antikoagulan CPDA-1 yang dilakukan pengukuran kadar Hemoglobin (HB) sebelum dan sesudah disimpan selama dua minggu menggunakan alat Hematology Analyzer Sysmex XP-300. Hasil penelitian menunjukan diperoleh kadar hemoglobin nilai rata-rata setelah disimpan selama dua minggu adalah 12,42 g/dl, seluruh sampel mengalami penurunan kadar Hemoglobin (HB) setelah disimpan selama dua minggu dengan nila rata-rata penurunan 3,12 g/dl pada setiap darah Whole Blood (WB) dengan presentase sebesar 2,0%, pada darah simpan cenderung stabil tidak ada penurunan secara signifikan. Terdapat pengaruh masa simpan terhadap perubahan kadar hemoglobin pada Whole Blood (WB) sesuai dengan lama simpan. Darah donor sebaiknya segera ditransfusikan kepada pasien, apabila darah harus disimpan, suhu dan lama penyimpanan darah donor dalam blood bank refrigerator (tempat penyimpanan darah) harus selalu diperhatikan terapkan first in first out atau first expired first out dan refrigerator tidak boleh terlalu sering dibuka.
Detail Information
Citation
. (2020).Pengaruh Penyimpanan Darah Terhadap Kadar Hemoglobin pada Darah Donor Sebelum dan Sesudah Disimpan Selama Dua Minggu di UTD PMI Kabupaten Lebak.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd