Analisis Jumlah Insiden Kesalahan Sampel Pasien di Bank Darah RSUD R Syamsudin, S.H Kota Sukabumi Tahun 2019
Kesalahan pengambilan sampel seharusnya tidak terjadi, pentingnya identitas pasien atau pemberian label pada sampel saat pengambilan darah merupakan tahapan kritis dan harus diawasi sesuai prosedur yang berlaku dan didokumentasikan. Salah satu penyebab mayor reaksi transfusi hemolitik yang fatal adalah pemberian darah dengan golongan yang tidak sesuai akibat kesalahan identifikasi saat pengambilan dan pelabelan sampel pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah insiden kesalahan sampel pasien di Bank Darah RSUD R. Syamsudin, S. H. Kota Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan cara mengumpulkan data sekunder dari Bank Darah RSUD R. Syamsudin, S. H. Kota Sukabumi. Subyek penelitian ini adalah semua sampel di Bank Darah RSUD R. Syamsudin, S. H. Kota Sukabumi tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tahun 2019 jumlah sampel di Bank Darah RSUD R. Syamsudin, S. H. Kota Sukabumi adalah 7.787 dengan insiden kesalahan sampel 2.027 sampel. Persentase insiden kesalahan sampel pasien di Bank Darah RSUD R. Syamsudin, S. H. Kota Sukabumi tahun 2019 adalah 26 %. Berdasarkan jenis kesalahan identitas persentase kurang lengkap pada nama pasien lebih tinggi sebanyak ( 97,1 % ), no. RM (0,3%), ruangan (0,3%), salah data pada nama lengkap (0,0%), no. RM (0,3%), ruangan (0,0%), tidak ada label (0,2%), tidak terbaca (0,0%), volume tidak sesuai (1,4%), menggumpal (0,2%), lisis (0,1%). Untuk menjamin keamanan transfusi bagi pasien, bila kondisi sampel tidak layak maka sampel harus dibuang dan harus dimintakan sampel darah yang baru.
Detail Information
Citation
. (2020).Analisis Jumlah Insiden Kesalahan Sampel Pasien di Bank Darah RSUD R Syamsudin, S.H Kota Sukabumi Tahun 2019.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd