Gambaran Reaksi Transfusi Akut dari Berbagai Komponen Darah di RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2019
Keputusan melakukan transfusi darah hendaklah berdasarkan penilaian yang tepat dari segi klinis penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium, agar reaksi transfusi yang tidak diharapkan dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase gejala dan tanda berdasarkan kategori reaksi yang ditimbulkan dari berbagai komponen darah di RSUD Tarakan Jakarta pada tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Subjek dalam penelitian ini adalah gejala dan tanda yang di keluhkan resipien selama transfusi darah berlangsung hingga kurang dari 24 jam. Hasil penelitian dari 17.668 kantong darah yang ditransfusikan selama tahun 2019, terjadi kejadian reaksi transfusi akut sebanyak 18 kasus (0,01%), reaksi yang terjadi berdasarkan jenis kelamin wanita 61,05% dan pria 38,85%. Berdasarkan umur balita 16,65%, anak 22,2%, remaja 27,75%, dewasa 16,65% dan lansia 16,65%. Berdasarkan komponen darah PRC 38,85% dan TC 61,05%. Berdasarkan klasifikasi reaksi yang terjadi reaksi ringan 82,25%, reaksi sedang 11,1% dan reaksi berat 5,55%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah reaksi transfusi akut yang terjadi sebesar 0,01%. Gejala dan tanda yang di keluhkan berupa gatal-gatal, bentol-bentol dan ruam kemerahan 82,25%, demam 5,55%, mengigil 5,55% dan sesak nafas, retraksi, sianosis 5,55%. Komponen darah yang banyak menimbulkan reaksi transfusi yaitu komponen TC 61,05%. Kategori reaksi transfusi yang paling banyak yaitu reaksi ringan 82,25%. Dan reaksi yang terjadi seringnya karena riwayat transfusi darah berulang 82,25%.
Detail Information
Citation
. (2020).Gambaran Reaksi Transfusi Akut dari Berbagai Komponen Darah di RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2019.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd