Prevalensi Kasus Reaktif Sifilis Metode ChLIA pada Pendonor Berdasarkan Tingkatan Usia dan Jenis Kelamin di UDD PMI Kota Kediri Tahun 2017-2020
Latar Belakang penelitian ini adalah sifilis merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Spirochaete, Treponema pallidum. Bakteri yang berbahaya bagi manusia yang bersifat parasit obligat intraselular. Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual dan dapat ditularkan melalui darah. Pentingnya pengamanan pada darah untuk mencegah transmisi penyakit lewat transfusi darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kasus reaktif sifilis pada pendonor berdasarkan tingkat usia dan jenis kelamin di UDD PMI Kota Kediri pada tahun 2017-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, menggunakan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus hitungan prevalensi terkait jumlah kasus reaktif yang tercatat dibagi jumlah total donor kali 100 persen. Hasil dalam penelitian ini didapatkan jumlah pendonor pada tahun 2017 sampai dengan 2020 sebanyak 81.887 donor. Kesimpulan dalam penelitian Kasus prevalensi sifilis berdasarkan jenis kelamin mayoritas oleh donor laki-laki 0,20% dan donor perempuan hanya 0,13%. Pada tingkat usia mayoritas kasus sifilis ada pada usia 45-59 sebanyak 0,19 % dari total donasi.
Detail Information
Citation
. (2021).Prevalensi Kasus Reaktif Sifilis Metode ChLIA pada Pendonor Berdasarkan Tingkatan Usia dan Jenis Kelamin di UDD PMI Kota Kediri Tahun 2017-2020.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd