Prevalensi Koinfeksi IMLTD Pada Pendonor Metode ChLIA Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Usia Serta Pekerjaan Di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.
Pendahuluan: Koinfeksi atau infeksi yang disebabkan oleh lebih dari satu jenis patogen secara bersamaan dapat dideteksi dengan tes skrining IMLTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi koinfeksi IMLTD pada pendonor berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2019. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari hasil tes skrining IMLTD seluruh donasi di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2019. Hasil: Terdapat 107 (0,029%) donor dengan koinfeksi dua parameter penyakit IMLTD, dan 11 (0,003%) donor dengan tiga parameter parameter penyakit IMLTD, dan tidak ditemukan adanya koinfeksi pada empat parameter (0%). Prevalensi koinfeksi IMLTD tertinggi terjadi pada pendonor laki-laki terhadap 2 parameter yaitu 0,041%. Prevalensi koinfeksi tertinggi berdasarkan umur terjadi pada kelompok umur <18 tahun pada pendonor terhadap 2 parameter penyakit dengan prevalensi 0,065%. Sedangkan, berdasarkan pekerjaan terjadi pada kelompok karyawan terhadap 2 parameter penyakit IMLTD dengan prevalensi 0,045%. Pembahasan: Berdasarkan data tahun 2019, UDD PMI Provinsi DKI Jakarta harus lebih ketat dalam pemilihan pendonor darah, terutama pada pendonor laki-laki usia di bawah 18 tahun. dan pendonor laki-laki yang bekerja sebagai karyawan.
Detail Information
Citation
. (2021).Prevalensi Koinfeksi IMLTD Pada Pendonor Metode ChLIA Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Usia Serta Pekerjaan Di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019..(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd