Persentase Pendonor Reaktif Sifilis Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pekerjaan di UTD PMI Kota Tangerang pada Tahun 2019 dan 2020
Latar Belakang Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum yang dapat menyerang semua organ tubuh. Penyakit ini dapat ditularkan secara seksual, dari ibu ke anak atau melalui transfusi darah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi pendonor darah reaktif sifilis berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan di UTD PMI Kota Tangerang pada tahun 2019 dan 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan waktu penelitian dari bulan Agustus sampai September 2021 di UTD PMI Kota Tangerang. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari laboratorium UTD PMI Kota Tangerang. Variabel dependen pada penelitian ini adalah infeksi sifilis sedangkan variable independennya adalah jenis kelamin dan pekerjaan pendonor. Hasil Penelitian menunjukkan dari 285 kasus reaktif sifilis pada tahun 2019, 227 diantaranya terjadi pada laki-laki (79,65%) sedangkan pada perempuan sebanyak 58 (20,35%). Pada tahun 2020 ada 351 kasus reaktif sifilis, sebanyak 260 kasus terjadi pada laki-laki (74,10%) dan 91 kasus pada perempuan (25,90%). Berdasarkan jenis pekerjaan, reaktif sifilis paling tinggi terjadi pada PNS/pegawai swasta yaitu 120 kasus (42,10%) pada tahun 2019 dan 110 (31,33%) pada tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas pendonor yang reaktif sifilis di UTD PMI Kota Tangerang pada tahun 2019 dan 2020 berjenis kelamin laki-laki dan pekerjaannya adalah PNS/pegawai swasta. Saran untuk petugas UTD PMI agar selalu waspada dalam memberikan tindakan pelayanan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Detail Information
Citation
. (2021).Persentase Pendonor Reaktif Sifilis Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pekerjaan di UTD PMI Kota Tangerang pada Tahun 2019 dan 2020.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd