Analisa Jumlah Pendonor Darah yang hadir konseling di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta sebelum dan saat pandemi Covid-19 Tahun 2019- 2021
Latar belakang: darah pendonor harus melewati uji saring 4 parameter yaitu HIV, HBsAg, HCV, dan Sifilis. Hasil skrining IMLTD reaktif akan dilakukan pemanggilan pendonor untuk konseling. Di Indonesia tahun 2019 belum pandemi Covid-19, tahun 2020 dan 2021 sudah pandemi sehingga ada pendonor yang bersedia hadir konseling dan ada yang enggan hadir. Metode: jenis penelitian adalah deskriptif. Hasil: pada UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 pendonor hadir konseling 2.912 (59,32%), tahun 2020 sebanyak 1.614 (41,42%), tahun 2021 sebanyak 2.284 (47,27%). Tahun 2019-2021 kehadiran paling banyak melalui telepon 3.408 (47,17%), formulir dokter 2.844 (65,71%), surat 558 (26,76%). Mayoritas berjenis kelamin laki-laki 4.677 (34,29%) dan perempuan 2.133 (15,64%). Usia paling banyak 26-45 tahun 3.859 (28,30%), 46-65 tahun 2.172 (15,93%), 17-25 tahun 779 (5,71%). Pada pendonor berulang 3.131 (22,96%) dan pendonor baru 3.679 (26,98%). Kehadiran pendonor ke fasyankes/RS tahun 2019 yaitu 7 (1,56%) dan tidak ada data 442 (98,44%), tahun 2020 yaitu 9 (1,01%) dan tidak ada data 878 (98,99%), tahun 2021 yaitu 30 (2,39%) dan tidak ada data 1.226 (97,61%). Hasil umpan balik positif dan Inkonklusif yaitu 0, negatif 46 (1,77%), dan tidak ada data 2.556 (98,23%). Kesimpulan: terjadi penurunan pendonor hadir konseling dari tahun 2019 ke tahun 2020 dan peningkatan dari tahun 2020 ke 2021. Pada penanganan donor dengan hasil reaktif diperlukan kerja sama (MoU) dan komunikasi yang baik antara Fasyankes /RS dengan UDD.
Detail Information
Citation
. (2022).Analisa Jumlah Pendonor Darah yang hadir konseling di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta sebelum dan saat pandemi Covid-19 Tahun 2019- 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd