Perbandingan Hasil Reaktif HIV dan HBsAg pada pendonor darah di UDD PMI Kota Depok Tahun 2020-2021
Latar belakang: kebutuhan akan pelayanan donor darah semakin meningkat sehingga harus menjaga mutu darah untuk keselamatan pasien. Di Indonesia, sesuai dengan peraturan wajib melakukan uji saring IMLTD pada semua kantong darah harus diperiksa terhadap, virus hepatitis B, virus hepatitis C, Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan sifilis. Metode: analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat perbandingan hasil reaktif HIV dan HBsAg pada pendonor darah di UDD PMI Kota Depok. Hasil: tahun 2020 total donasi 20.926 pendonor dengan reaktif HIV (0.23%), dan reaktif HBsAg (0.83), sedangkan tahun 2021 total donasi 20.368 pendonor dengan reaktif HIV (0.48%) dan reaktif HBsAg (0.59%). Kesimpulan: di UDD PMI Kota Depok tahun 2020-2021 reaktif HIV meningkat dari tahun 2019 sampai 2021 reaktif HIV tertinggi berdasarkan jenis pendonor adalah donor baru, pada kelompok usia 17 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Reaktif HBsAg tahun 2020-2021 mengalami penurunan dari tahun 2019-2021, reaktif HBsAg tertinggi berdasarkan jenis pendonor adalah donor baru, pada kelompok usia 45-59 tahun, dan jenis kelamin laki-laki.
Detail Information
Citation
. (2022).Perbandingan Hasil Reaktif HIV dan HBsAg pada pendonor darah di UDD PMI Kota Depok Tahun 2020-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd