Analisa Antibodi yang Sering Terdeteksi pada Pemeriksaan Identifikasi Antibodi Irreguler di Unit Donor Darah DKI Jakarta Tahun 2017-2022
Latar belakang: pasien transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang menyulitkan pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. Unit Donor Darah DKI Jakarta melakukan pemeriksaan identifikasi antibodi terhadap sampel yang telah dinyatakan inkompatibel pada crossmatching. Metode: yaitu deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data diperoleh hasil pengkajian data jenis antibodi ireguler terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di Unit Donor Darah DKI Jakarta. Hasil: data terhadap ireguler antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi di Unit Donor Darah DKI Jakarta 5 tahun dari 2017-2022 didapatkan total sampel inkompatibelsebanyak 4160, ditemukan 49 jenis antibodi ireguler dan antibodi non spesifik pada inkompatibel, termasuk sampel pasien dengan multipel antibodi telah terdeteksi, antibodi Anti-E sebagai antibodi dengan proporsi tertinggi sebanyak 779 (18,73%) sampel, dengan hasil persentase trend Anti-E, bulan Juni 2017-Mei 2018 sebanyak 119 (15,28%), Juni 2018-Mei 2019 159 sampel (20,41%), Juni 2019-Mei 2020 186 sampel (23,88%), Juni 2020-Mei 2021 133 sampel (17,07%), Juni 2021-Mei 2022 182 sampel (23,36%). Kesimpulan: penelitian didapatkan antibodi Anti-E Juni 2017- Mei 2020 terjadi peningkatan, namun terjadi penurunan pada Juni 2020-Mei 2021, kemudian meningkat bulan Juni 2021-Mei 2022.
Detail Information
Citation
. (2022).Analisa Antibodi yang Sering Terdeteksi pada Pemeriksaan Identifikasi Antibodi Irreguler di Unit Donor Darah DKI Jakarta Tahun 2017-2022.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd