Analisis Penggunaan Darah pada Pasien Hemodialisa di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2021
Latar Belakang: Hemodialisa merupakan proses difusi melintasi membrane semipermeabel untuk menyingkirkan substansi yang tidak diinginkan dari darah sementara menambahkan komponen yang diinginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penggunaan darah pada pasien Hemodialisa di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2021. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Hemodialisa yang membutuhkan transfusi darah dari Bank Darah RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2021 dengan alat ukur hasil dari pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi. Hasil: Penelitian ini dari 103 pasien hemodialisa yang menggunakan darah di RSUD Kabupaten Tangerang terdapat 37 pasien (36%) berusia 45-54 tahun, 44 pasien (43%) memiliki golongan darah O, 76 pasien (74%) memiliki hasil uji silang serasi kompatibel, 70 pasien (68%) menerima transfusi darah satu kali dan pada transfusi 1 kali dengan hasil uji silang serasi kompatibel sebesar 70 pasien (68%). sebanyak 27 pasien (26%) adalah pasien transfusi lebih dari 1 kali dengan hasil uji silang serasi inkompatibel. Pembahasan: Hasil inkompatibel banyak terjadi pada transfusi berulang atau pada pasien yang melakukan transfusi lebih dari satu kali hal ini terjadi dikarenakan terbentuk antibodi irreguler terhadap antigen sel darah merah yang mengakibatkan kesulitan pada uji kompatibilitas. Simpulan: Penggunaan darah pada pasien hemodialisa paling banyak pada usia 45-54 tahun, bergolongan darah O memiliki hasil uji silang serasi kompatibel pada transfusi satu kali dan memiliki hasil inkompatibel pada transfusi lebih dari satu kali.
Detail Information
Citation
. (2022).Analisis Penggunaan Darah pada Pasien Hemodialisa di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd