Reaksi Selama Donor Darah yang Terjadi Pada Pendonor di UDD PMI Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2021
Latar Belakang : Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seorang secara sukarela untuk disimpan pada bank darah, kemudian dipakai dalam transfusi darah. Reaksi donor merupakan efek samping, gejala atau tanda ketidak nyamanan donor yang cukup parah, yang terjadi setelah donor darah seperti hematomA, reaksi vasovagal, darah keluar kembali dari bekas tusukan jarum, hyperventilasi, dan alergi setempat. Reaksi vasovagal merupakan reaksi yang merugikan yang paling sering ditemukan diantara pendonor. Metode : Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan yang secara objektif. Hasil : Reaksi Donor Darah pada tahun 2020 sebanyak 293 (0,87%) dan 2021 sebanyak 186 (0,51%), berdasarkan jenis reaksi paling banyak pada tahun 2020 dan 2021 adalah Hematome sebanyak 152 (0,45%) dan 102 (0,28%), berdasarkan jenis donasi paling banyak adalah Donor Baru sebanyak 198 (1,23%) dan 129 (0,71%), berdasrkan jenis kelamin adalah Laki-laki sebanyak 197 (0,8%) dan 132 (0,5%), berdasarkan usia adalah Usia 18-24 tahun sebanyak 83 (0,73%) dan 59 (0,43%). Pembahasan : didapatkan perbandingan reaksi selama donor yang terjadi pada tahun 2021 lebih sedikit atau mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020. Simpulan : Jenis Reaksi paling banyak pada tahun 2020-2021 adalah Hematome, donor baru, jenis kelamin laki-laki, usia 18-24 tahun
Detail Information
Citation
. (2022).Reaksi Selama Donor Darah yang Terjadi Pada Pendonor di UDD PMI Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd