Perbedaan Jumlah Leukosit dan Trombosit Per Unit pada Trombosit Pekat Metode Pengolahan Platelet Rich Plasma dan Buffy Coat Removal
Transfusi trombosit menyebabkan turunnya angka kematian yang disebabkan oleh perdarahan karena trombositopenia. Komponen trombosit pekat yang ditransfusikan harus mampu memberikan efek terapi maksimal dengan reaksi seminimal mungkin. Pengolahan komponen trombosit dapat dilakukan menggunakan metode Platelet Rich Plasma atau Buffy Coat Removal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara jumlah leukosit dan trombosit yang diolah menggunakan metode PRP dan yang diolah menggunakan metode BCR. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian analitik yang menggunakan studi perbandingan dengan sampel sebanyak 20 kantong trombosit konsenrat. Sampel merupakan trombosit yang diolah menggunakan dua metode berbeda kemudian dilakukan pemeriksaan hematologi untuk melihat jumlah leukosit dan trombosit yang terkandung pada produk. Hasil penelitian menunjukan dari sepuluh kantong konsentrat trombosit pengolahan metode PRP dan sepuluh kantong konsentrat trombosit metode pengolahan BCR terdapat perbedaan jumlah leukosit dan trombosit yang signifikan. Konsentrat trombosit metode PRP mengandung lebih banyak leukosit dan trombosit, sedangkan metode BCR menghasilkan konsentrat trombosit dengan lebih sedikit leukosit dan trombosit. Konsentrat trombosit yang diolah menggunakan metode BCR jumlah trombositnya rendah sehingga dapat diberikan kepada pasien multi transfusi untuk menghindari reaksi transfusi yang diakibatkan oleh HLA. Sementara itu, konsentrat trombosit metode PRP dapat digunakan sebagai alternatif untuk mendapatkan jumlah trombosit yang lebih banyak per kantongnya, namun harus dilakukan filtrasi leukosit untuk mengurangi reaksi transfusi pada pasien.
Detail Information
Citation
. (2019).Perbedaan Jumlah Leukosit dan Trombosit Per Unit pada Trombosit Pekat Metode Pengolahan Platelet Rich Plasma dan Buffy Coat Removal.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd