Pengaruh Transfusi Darah Terhadap Kenaikan Hb pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Balaraja Tahun 2021
Latar belakang: Di RSUD Balaraja jumlah pasien gagal ginjal kronik dengan penggunaan transfusi darah yakni 17 persen dari total pasien gagal ginjal kronik dan mengalami Hb kisaran antara 3,2 - 8,5 gr/dL. Kondisi ini menimbulkan pasien gagal ginjal kronik dilakukan tindakan transfusi darah diharapkan terjadi kenaikan Hb. Metode: metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Hasil: Menunjukkan bahwa penggunaan 1 kantong PRC didapatkan selisih kenaikan Hb minimal yaitu 0,8 gr/dL dan selisih kenaikan Hb maksimal yaitu 1,8 gr/dL. Sedangkan pada penggunaan 2 kantong PRC didapatkan selisih kenaikan Hb minimal yaitu 1,2 gr/dL dan selisih kenaikan Hb maksimal yaitu 3,4 gr/dL. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 32 pasien (67)% dan perempuan sebanyak 16 pasien (33%). Karakteristik berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 36 sampai 45 tahun didapatkan 15 pasien (31%) dan paling sedikit pada rentang usia 17-25 tahun didapatkan 2 pasien (4%). Pembahasan: Penggunaan 1 kantong PRC didapatkan rata-rata kenaikan Hb adalah 1,3 gr/dL sedangkan rata-rata kenaikan Hb pada penggunaan 2 kantong PRC yaitu 2,4 gr/dL. Karakteristik pasien gagal ginjal kronik berdasarkan jenis kelamin di RSUD Balaraja menunjukkan bahwa didapatkan lebih banyak terjadi pada laki-laki yaitu 32 pasien dibandingkan perempuan hanya didapatkan 16 pasien. Simpulan: Bahwa penggunaan transfusi darah PRC cukup efektif dilakukan terhadap kenaikan Hb pada pasien gagal ginjal kronik.
Detail Information
Citation
. (2022).Pengaruh Transfusi Darah Terhadap Kenaikan Hb pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Balaraja Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd