Analisis Pembatalan Permintaan Darah di BDRS Bhayangkara Tk.I Raden Said Sukanto Tahun 2021
Latar belakang: Permintaan darah yang dikirim ke BDRS harus berdasarkan persetujuan dokter yang merawat. Terkadang darah yang diminta tidak jadi diambil atau batal digunakan dengan berbagai penyebab. Setiap tahunnya selalu ada laporan pembatalan permintaan darah di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan cara pengumpulan data sekunder jumlah pembatalan permintaan darah di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto tahun 2021. Hasil: Berdasarkan jenis ruangan yang memiliki pembatalan permintaan darah tertinggi adalah ruangan penyakit dalam sebanyak 802 (82,17%) pembatalan permintaan darah. Berdasarkan darah dan komponen darah paling banyak pembatalan permintaan darah pada komponen darah PRC yaitu sebanyak 1.367 (89,06%) kantong darah. Berdasarkan alasan pembatalan permintaan darah, mayoritas memiliki alasan pembatalan permintaan darah terbanyak adalah pasien pulang sebanyak 497 (50,92%) pasien. Pembahasan: Hasil pengambilan data dilakukan di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto dari data permintaan darah sebanyak 7.503 permintaan darah, didapatkan hasil 976 (13%) pembatalan permintaan darah. Sebanyak 6.527 (87%) permintaan darah di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto jadi ditransfusikan dari total permintaan darah. Kesimpulan: Hasil penelitian di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto tahun 2021 dengan jumlah terbanyak pada jenis ruangan penyakit dalam, komponen darah PRC dan alasan pembatalan permintaan darah pasien pulang.
Detail Information
Citation
. (2022).Analisis Pembatalan Permintaan Darah di BDRS Bhayangkara Tk.I Raden Said Sukanto Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd