Gambaran Karakteristik Pendonor Darah dengan Hemoglobin Rendah di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021
Pendonor darah adalah orang yang rela diambil darahnya dalam jumlah kurang lebih 350 ml untuk diolah kemudian ditransfusikan (World Health Organization, 2016). Pendonor darah memiliki proses pendaftaran, pemilihan pendonor, dan adopsi atau pengambilan darah. Sebelum darah pendonor diambil, pendonor perlu diseleksi terlebih dahulu. Latar Belakang: Alasan utama pendonor berhenti mendonorkan darah disebabkan oleh penolakan sementara. Penolakan sementara di UDD PMI DKI Jakarta sebagian besar dikarenakan kadar hemoglobin yang tidak memenuhi syarat donor. Biaya yang diperoleh dalam penglohan darah dari awal masuk hingga darah keluar berasal dari biaya pengganti pengolahan darah. Kegagalan seleksi donor yang disebabkan oleh hemoglobin rendah dapat mengakibatkan kerugian yang cukup banyak untuk Unit Donor Darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran karakteristik pendonor darah dengan hemoglobin rendah berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, golongan darah. Metode Penelitian dengan metode kuantitatif yang menggunakan data sekunder berupa data laporan pendonor darah dengan hemoglobin rendah di UDD PMI DKI Jakarta tahun 2021. Hasil yang diperoleh pendonor darah dengan hemoglobin rendah 25.595 pendonor diperoleh dengan karakteristik usia 26-45 tahun 71,81%, perempuan 78,01%, PNS 33.05%, golongan darah O 48,75% . Kesimpulan dari 25.595 pendonor hasil terbanyak mempunyai usia 26-45 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan PNS, serta golongan darah O.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Karakteristik Pendonor Darah dengan Hemoglobin Rendah di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd