Gambaran Antibodi Ireguler pada Hasil Pemeriksaan Rujukan di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018-2021
Latar belakang: Transfusi darah merupakan kegiatan pemindahan darah donor pada pasien. Pemeriksaan pre-transfusi dilakukan sebelum pemberian transfuse pada pasien, untuk mendeteksi adanya antibodi ireguler. Antibodi ireguler merupakan antibodi yang tidak diharapkan dan dapat mengakibatkan kesulitan pada uji silang serasi. Metode: deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan 2018 antibodi ireguler sebanyak 44 (6,11%), 2019 55 (5,64%), 2020 52 (5,47%), 2021 38 (4,68%). Tahun 2018 ditemukan diagnose klinis pemicu antibodi ireguler yaitu kelainan hematologi 23 (52,27%), komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas 4 (9,09%), gangguan ginjal 5 (11,36%), diagnose lain 12 (27,27%). 2019 ditemukan kelainan hematologi 28 (50,91%), komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas 4 (7,27%), gangguan ginjal 7 (12,73%), diagnose lain 16 (29,09%). Tahun 2020 kelainan hematologi 24 (46,15%), komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas 6 (11,54%), gangguan ginjal 5 (9,62%), diagnosa lain 17 (32,69%). 2021 ditemukan kelainan hematologi 19 (50,00%), gangguan ginjal 4 (10,53%), diagnosa lain 15 (39,47%). Simpulan: Diagnosa klinis pemicu timbulnya antibodi ireguler terbanyak adalah kelainan hematologi sebanyak 94 (49,74%) kasus.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Antibodi Ireguler pada Hasil Pemeriksaan Rujukan di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd