Gambaran Kejadian Reaksi Transfusi di Bank Darah Rumah Sakit Ciawi pada Tahun 2020-2021
Latar Belakang: Reaksi Transfusi adalah efek samping yang terjadi sebagai akibat pemberian transfusi darah. Risiko transfusi darah ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagiandiantaranya reaksi akut dan reaksi lambat. Metode: penelitian ini adalah deskriptif yaitu memberi gambaran tentang kejadian reaksi transfusi darah di RSUD Ciawi. Hasil: Reaksi transfusi lebih sering terjadi pada pasien dengan berjenis kelamin perempuan dengan persentase 57,6% dengan mayoritas komponen darah yang ditransfusikan adalah PRC dengan persentase 84,6%, Golongan darah O dengan persentase 34,6%. penyebab transfusi darah paling banyak pasien anemia dengan persentase 57,6% dan pasien dengan gejala reaksi transfusi demam memiliki persentase sebesar 50%. Pembahasan: Setelah melakukan pengumpulan data mengenai reaksi transfusi di Bank Darah Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi tahun 2020-2021, didapatkan data sekunder dengan total jumlah sampel sebanyak 52 pasien dari 14.912 kantong darah. Simpulan: Kasus kejadian reaksi transfusi paling banyak terjadi di bulan September, oktober, desember tahun 2020 sebanyak 4 orang dan bulan November pada tahun 2021 sebanyak 5 orang. Mayoritas pasien yang mengalami reaksi transfusi berjenis kelamin perempuan dengan golongan darah O dan penyebab transfusi darah pasien dengan Anemia. Jenis komponen darah yang paling banyak menyebabkan reaksi transfusi adalah PRC dengan persentase sebesar 84,6%. Mayoritas pasien dengan reaksi transfusi mengalami demam dengan persentase sebesar 50%.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Kejadian Reaksi Transfusi di Bank Darah Rumah Sakit Ciawi pada Tahun 2020-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd