Persentase Hasil Pemeriksaan Nat HBV Reaktif dari Darah Donor ChLIA Non Reaktif di UTD DKI Jakarta Bulan Januari 2018
Upaya pengamanan darah masih menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hasil penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa penerima darah nonreaktif HBsAg masih mungkin dapat terinfeksi virus Hepatitis B. Oleh sebab itu, perlu dilakukan deteksi keberadaan DNA HBV pada darah donor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase darah reaktif NAT HBV dari darah nonreaktif ChLIA (Chemiluminescence Immuno Assay). Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik data sekunder. Subyek penelitian adalah 403 pendonor yang diperiksa uji saring menggunakan metode ChLIA dan metode NAT HBV di UTD DKI Jakarta. Hasil penelitian adalah sebanyak 80 (19,85%) pendonor memiliki hasil reaktif pada metode ChLIA dan metode NAT HBV, 16 (3,97%) pendonor memiliki hasil reaktif pada metode ChLIA dan nonreaktif pada metode NAT HBV, 5 (1,24%) pendonor dari 403 pendonor memiliki hasil nonreaktif pada metode ChLIA dan reaktif pada metode NAT HBV, 302 (74,94%) pendonor memiliki hasil nonreaktif pada metode ChLIA dan metode NAT HBV. Metode ChLIA dan metode NAT HBV merupakan metode uji saring yang saling beriringan untuk menjamin keamanan darah.
Detail Information
Citation
. (2019).Persentase Hasil Pemeriksaan Nat HBV Reaktif dari Darah Donor ChLIA Non Reaktif di UTD DKI Jakarta Bulan Januari 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd