Residual Risk Hepatitis B Melalui Transfusi Darah dengan Menggunakan Metoda ChLIA di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017
Perhitungan estimasi residual risk penyebaran suatu virus harus diperbaharui untuk melihat insiden infeksi pada darah donor, sebuah penelitian studi telah dilakukan di UTD PMI DKI Jakarta terkait residual risk HBV metode ChLIA dan/atau NAT dari 1 Januari-31 Desember tahun 2017, jumlah insiden HBV pada donor baru serta ulang sebesar 2.931,31 per 100.000 donor/tahun dan 180,77 per 100.000 donasi/tahun.
Estimasi RR donor baru serta ulang sebesar 2.140,58 per 1 juta donor dan 131,96 per 1 juta donor. Saat ini penelitian mengenai estimasi RR HBV pendonor baru dan ulang dengan menggunakan metode pemeriksaan ChLIA di UTD PMI DKI Jakarta belum dilakukan, maka dari itu.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat estimasi RR HBV darah reaktif di UTD PMI DKI Jakarta periode 1 januari-31 desember tahun 2017, sampel yang digunakan adalah seluruh pendonor yang reaktif HBV.
Alat ukur penelitian metode perhitungan menggunakan RR WHO.
Hasil penelitian perhitungan insiden dan estimasi RR di UTD PMI DKI Jakarta, didapatkan insiden donor baru 2.222,8 per 100.000 donor/tahun dengan estimasi RR sebesar 2.556,22 per 1 juta donor, sedangkan insiden donor ulang 128,64 per 100.000 donasi/tahun dengan estimasi RR sebesar 147,94 per 1 juta donor.
Kesimpulan estimasi residual risk menggunakan metode ChLIA ataupun ChLIA dan/atau NAT di UTD PMI DKI Jakarta lebih tinggi pada pendonor baru dibandingkan pendonor ulang.
Detail Information
Citation
. (2020).Residual Risk Hepatitis B Melalui Transfusi Darah dengan Menggunakan Metoda ChLIA di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd