Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Reaksi Samping dan Retensi Donor di Mobil Unit UTD Kota Ambon
Adanya reaksi samping setelah menyumbangkan darah dapat menjadi salah satu penyebab kurangnya ketersediaan darah. Donor yang mengalami reaksi samping lebih kecil kemungkinan untuk kembali mendonorkan darahnya. Reaksi samping setelah mendonorkan darah lebih erat kaitnya dengan kecemasan pendonor setelah mendonorkan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan reaksi samping dan retensi pendonor di Mobil Unit. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang dipakai adalah total sampel dengan jumlah 74 responden. Hasil penelitian diperoleh kecemasan dengan kategori tidak cemas 21 responden (28,4%), kecemasan ringan 45 respondenl (60,8%), dan kecemasan sedang 8 responden (10,8%). Dari hasil penelitian juga didapatkan 64 (86,5%) pendonor yang tidak mengalami reaksi samping, 10 (13,5%) pendonor yang mengalami reaksi samping. Untuk hasil analisis hubungan tingkat kecemasan dengan reaksi samping diperoleh hasil signifikan dengan nilai p=0,034 (p<0,05), serta hubungan tingkat kecemasan dengan retensi donor diperoleh hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,031 (p<0,05), dan diperoleh hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan reaksi samping dan retensi donor dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Dari beberapa paparan hubungan diatas, dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan terhadap reaksi samping dan retensi donor.
Detail Information
Citation
. (2020).Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Reaksi Samping dan Retensi Donor di Mobil Unit UTD Kota Ambon.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd