Perbandingan Derajat Aglutinasi pada Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung dengan Sampel Dicuci dan Tidak dicuci pada Pasien Thalassemia di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta
Latar Belakang: Pemeriksaan golongan darah merupakan bagian penting dalam proses transfusi darah, terutama bagi pasien thalassemia yang menjalani transfusi rutin. Ketepatan hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh pencucian sel darah merah, yang bertujuan menghilangkan protein atau zat pengganggu agar tidak terjadi hasil positif palsu atau aglutinasi lemah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental dan rancangan post only control design. Sebanyak 43 sampel darah pasien thalassemia dari UDD PMI Provinsi DKI Jakarta diperiksa menggunakan metode tabung, baik dalam kondisi sampel dicuci maupun tidak dicuci. Derajat aglutinasi dianalisis secara nominal berdasarkan skala 0 hingga 4+. Hasil: Pada sampel yang dicuci, diperoleh aglutinasi 4+ sebanyak 27 sampel pada (anti-A dan anti-B) serta 39 sampel pada (anti-D). Aglutinasi 3+ muncul pada 2 sampel (anti-B) dan 3 sampel (anti-D). Sementara itu, pada sampel tidak dicuci, aglutinasi 4+ ditemukan pada 25 sampel (anti-A dan anti-B) serta 32 sampel (anti-D). Aglutinasi 3+ ditemukan pada 4 sampel (anti-B) dan 10 sampel (anti-D). Simpulan: Sampel darah yang dicuci menghasilkan aglutinasi lebih kuat dan konsisten dibandingkan sampel yang tidak dicuci, sedangkan sampel tidak dicuci berpotensi menimbulkan hasil lebih lemah dan positif palsu akibat zat pengganggu dalam plasma.
Detail Information
Citation
. (2025).Perbandingan Derajat Aglutinasi pada Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung dengan Sampel Dicuci dan Tidak dicuci pada Pasien Thalassemia di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd