Analisis Kegagalan Pengambilan Darah Pada Pendonor Usia Remaja Akhir Berdasarkan Faktor Pendonor dan Reaksi Samping Donor di UTD PMI Kota Depok Tahun 2024
Latar Belakang: Donor darah memiliki peran penting dalam layanan kesehatan, namun berisiko mengalami kegagalan pengambilan darah, terutama pada usia remaja akhir (17?25 tahun) yang cenderung belum stabil secara fisik dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab kegagalan pengambilan darah pada pendonor remaja akhir berdasarkan faktor pendonor dan reaksi samping di UTD PMI Kota Depok tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari UTD PMI Kota Depok tahun 2024. Sampel berjumlah 69 pendonor yang mengalami kegagalan yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Dari 69 kasus, 1 kasus (1,45%) disebabkan oleh faktor pendonor (clot), pada kasus mislek (68,12%), sedangkan oleh reaksi samping dengan pusing sebagai yang paling dominan (17,39%), diikuti hematoma (10,14%), pingsan dan mual (masing-masing 1,45%). Simpulan: Dari seluruh pendonor, 1% mengalami kegagalan pengambilan darah. Kegagalan pengambilan darah paling banyak disebabkan oleh reaksi samping seperti pusing, hematoma, mual, dan pingsan, serta faktor pendonor seperti pembuluh darah sulit diakses dan pembekuan darah.
Detail Information
Citation
. (2025).Analisis Kegagalan Pengambilan Darah Pada Pendonor Usia Remaja Akhir Berdasarkan Faktor Pendonor dan Reaksi Samping Donor di UTD PMI Kota Depok Tahun 2024.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd