Persentase HCV Seronegatif pada Pendonor di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018
Latar belakang Transfusi darah merupakan prosedur umum dimana darah diberikan melalui intravena dari satu orang ke oranglain. Sekitar 200 juta orang terinfeksi HCV di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menular salah satunya melalui transfusi darah yang mengandung virus hepatitis C. Pemeriksaan uji saring NAT merupakan metode uji saring yang lebih sensitif karena mampu mendeteksi keberadaan DNA atau RNA virus sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan darah secara signifikan. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil skrining hepatitis C reaktif metode NAT yang seronegatif di UTD PMI DKI Jakarta. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pendonor di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta yang diperiksa uji saring IMLTD pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yaitu data sekunder hasil uji saring IMLTD di tahun 2018. Hasil Penelitian menunjukkan 357.382 pendonor yang dilakukan uji saring IMLTD, sebanyak 582 sampel reaktif terhadap pemeriksaan NAT dan non reaktif terhadap pemeriksaan CHLIA. Dari 582 sampel yang dilakukan pemeriksaan discriminatory NAT hanya di dapatkan 1 (0,00028%) sampel yang reaktif HCV discriminatory NAT. Kesimpulan penelitian ini dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit menular yang dapat ditularkan lewat transfusi darah sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk tetap menjaga perilaku dan bila mendonorkan darahnya, tetap aman bagi pasien.
Detail Information
Citation
. (2020).Persentase HCV Seronegatif pada Pendonor di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd