Prevalensi Infeksi HCV Reaktif Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin pada Pendonor di UTD PMI Kota Tangerang Tahun 2019
HCV adalah penyakit peradangan hati yang paling berbahaya dari semua jenis hepatitis. Ada periode yang belum mempunyai gejala sehingga hampir 80% orang yang terjangkit HCV tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Gejala hepatitis kronis bisa saja baru muncul ketika infeksi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dari hasil pemeriksaan reaktif HCV akan didapatkan angka prevalensi berdasarkan usia dan jenis kelamin pada pendonor di UTD PMI Kota Tangerang. Sampai saat ini belum ada data terkait prevalensi infeksi HCV reaktif berdasarkan usia dan jenis kelamin di UTD PMI Kota Tangerang. Untuk mengetahui prevalensi infeksi HCV menggunakan pemeriksaan uji saring metode ChLIA pada pendonor berdasarkan usia dan jenis kelamin. Dalam penelitian ini data diambil dari hasil uji saring IMLTD reaktif pada parameter HCV dari total donasi pendonor yang datang di UTD PMI Kota Tangerang tahun 2019. Didapatkan hasil reaktif HCV sebanyak 196 (0,28%) dari 70.090 pendonor dalam satu tahun, dengan prevalensi HCV reaktif terbanyak pada kelompok usia ≤18 tahun yaitu 0,48%. Prevalensi HCV reaktif tertinggi pada pendonor berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki 0,31%. Berdasarkan data yang diambil di UTD PMI Kota Tangerang tahun 2019, prevalensi tertinggi ada pada pendonor dengan kelompok usia ≤18 tahun pada pendonor darah laiki-laki.
Detail Information
Citation
. (2020).Prevalensi Infeksi HCV Reaktif Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin pada Pendonor di UTD PMI Kota Tangerang Tahun 2019.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd